Jalan Raya Ciangsana Tanggung Jawab Siapa?

Jalan Raya Ciangsana merupakan jalan utama yang membentang dari Desa Nagrak hingga Desa Bojongkulur. Banyak sekali masyarakat yang mobilisasinya bergantung pada keberadaan jalan ini. Dari angkutan umum, kendaraan dinas TNI, hingga kendaraan berat seperti kendaraan pabrik, tronton, dan truk tanki SPBU hampir tiap hari melintasi jalur strategis ini.

Beberapa tahun belakangan, jalan ini mengalami rusak parah dan tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh. Lubang-lubang jalan menganga lebar di mana-mana. Bahkan kerusakannya tidak hanya berdampak pada merosotnya efisiensi waktu tapi juga telah beberapa kali menelan korban. Belum lagi kendaraan yang rusak akibat melewati jalan ini. Lalu siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab atas perbaikan jalan ini?

Tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya Jalan Raya Ciangsana ini adalah jalan provinsi, bukan jalan desa. Artinya, meski memakai nama Ciangsana, jalan ini sebenarnya bukan milik Pemerintah Desa Ciangsana, tetapi wewenang sepenuhnya ada pada pihak Pemda Bogor. Karena ketidaktahuan inilah, tak heran jika Kepala Desa Ciangsana, H.M Kacan berkali-kali menjadi sasaran protes warganya.

Kepala Bagian (Kabag) Urusan Keuangan Awi Sugandi mengatakan, “Karena ketidaktahuan warga, maka yang diserang adalah kepala desanya. Padahal, wewenang jalan itu kan dari Pemerintah Kabupaten, harusnya mereka protes ke sana,” ujar pria yang akrab disapa Bang Awi dengan nada kesal ketika ditemui awak media DesaCiangsana.id.

Awi juga mengatakan, bahwa anggaran desa tidak memungkinkan jika digunakan untuk perbaikan jalan tersebut. Lebih baik anggaran desa ya digunakan untuk kebutuhan yang memang menjadi tanggung jawab desa.

Bahkan, karena tidak tidak kunjung diperbaiki, H.M Kacan selaku kepala desa, seringkali harus merogoh kocek pribadi untuk perbaikan sementara titik-titik vital pada jalan tersebut. Itupun masih ditanggapi secara nyinyir oleh warga desa yang melewati jalan tersebut.

Kabar baik selalu dihembuskan oleh pihak Pemda Bogor bahwa mereka akan segera memperbaiki jalan tersebut. Namun, kenyataannya proyek pengerjaannya selalu molor dari jadwal yang dijanjikan. Bahkan jika mengacu pada anggaran kabupaten tahun 2017 yang telah disahkan dalam APBD, maka Pemda berkewajiban untuk menuntaskan jalan beton dari wilayah Wanaherang hingga Bojongkulur tahun ini juga. Jadi, kita tunggu saja realisasinya!

Comments

comments