Kabupaten Bogor Antisipasi Wabah Difteri

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan sosialisasi pencegahan wabah penyakit difteri sejak Desember 2017. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Erwin Suriana telah mengumpulkan sebanyak 101 kepala puskesmas untuk diberi arahan untuk antisipasi dan pencegahan wabah penyakit difteri pada tanggal 8 Desember 2017.

Meski penyakit difteri telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah oleh Pemerintah Pusat, namun sejauh ini Kabupaten Bogor masih aman dari wabah difteri. Meski demikian, Dinkes Kabupaten Bogor mengimbau kepada segenap puskesmas untuk tetap waspada mengantisipasi wabah tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memberikan imunisasi difteri gratis di posyandu dan puskesmas. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bogor Agus Fauzi mengimbau masyarakat agar memanfaatkan kesempatan ini. Pasalnya, untuk imunisasi di rumah sakit, biayanya tak sedikit. “Kalau di rumah sakit, mahal kalau beli walau itu program juga. Tetapi, di posyandu dan puskesmas gratis karena ditanggung pemerintah, “ujarnya.

Selama ini, pasien penderita difteri di Kabupaten Bogor harus dirujuk ke Rumah Sakit Paru Indonesia (RSPI) karena pada rumah sakit umum daerah (RSUD) belum memiliki Anti-Difteri Serum (ADS). Kalaupun ada harus mengambil ke posko KLB Jakarta atau Bandung. Sebenarnya, pada pertengahan 2017, Dinkes Kabupaten Bogor sudah menganggarkan pengadaan ADS. Namun, stok serum di produsen vaksin Biofarma masih kosong. Tahun 2018 dianggarkan kembali dan diharapkan vaksin yang tersedia mencukupi.

Tanggapan

Komentar