Lapangan Bola Tiap Desa Adalah Program Pemerintah

Salah satu program desa yang cukup ramai diperbincangkan di tahun 2017 adalah rencana pembangunan stadion sepak bola di ujung desa Ciangsana. Gaung seputar program ini ternyata telah menimbulkan berbagai pertanyaan di kalangan warganet Ciangsana. Ada yang mengatakan itu tidak perlu direalisasikan karena sudah ada lapangan bola Trisaksi. Ada juga yang ragu-ragu dengan mempertanyakan bakal seperti apa lapangan bola yang akan dibangun Pemdes, apakah seperti Stadion GBK, Stadion Milan, atau cuma stadion kelas “kampung”. Dan ada pula yang mengusulkan dananya lebih baik digunakan untuk membangun taman hiburan saja daripada lapangan sepakbola.

Penganggaran dana desa untuk pembangunan stadion sepakbola desa oleh Pemdes Ciangsana sebenarnya adalah dalam rangka mendukung Program Kementerian Pemuda dan Olahraga yang akan membangun 1000 lapangan desa setiap tahun.  Menpora Imam Nahrawi dalam berbagai kesempatan sepanjang tahun 2017 menjelaskan bahwa program ini merupakan penjabaran visi Presiden Jokowi dalam rangka percepatan pembangunan sepakbola nasional yang meliputi pembangunan infrastruktur, penambahan jumlah pemain dan pembenahan manajemen kompetisi maupun klub. Sedangkan pelaksanaannya di lapangan dilakukan secara gotong royong bersama kementerian lain seperti kementerian desa maupun kementerian BUMN.

Berkaitan dengan hal ini, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo sendiri telah memberikan “lampu hijau” bagi penggunaan dana desa untuk pembangunan sarana olahraga di pedesaan. Ada beberapa jenis lapangan yang bisa dibangun menggunakan anggaran desa, yaitu lapangan voli, bulu tangkis, panjat dinding, futsal, dan sepak bola. Perhitungan anggaran dana untuk kelimanya tentu berbeda.  Lapangan voli dan lapangan bulu tangkis Rp100 juta, lapangan panjat dinding Rp145 juta, lapang­an futsal Rp170 juta, dan lapangan sepak bola Rp185 juta. Jadi dari segi penganggaran dana desa, program Pemdes Ciangsana untuk membangun stadion bola ini tergolong “aman”, tidak perlu dipermasalahkan lagi.

Yang perlu diawasi masyarakat adalah penggunaannya jangan sampai diselewengkan atau membengkak secara tidak rasional. Dan yang tak kalah pentingnya, pembangunan infrastruktur harus dibarengi pula dengan pembangunan SDM-nya. Jangan sampai nantinya Ciangsana punya stadion megah, tapi prestasi warganya tidak maksimal karena kurangnya pembinaan. Sebab, bagaimanapun juga prestasi dalam bidang olahraga terutama sepakbola bisa mengangkat martabat desa dan secara tidak langsung juga bisa meningkatkan perekonomian desa.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Tanggapan

Komentar